Sekitar 20 abad yang lalu Eyang Hipocrates konon pernah berujar:
" Jadikanlah makanan sebagai obatmu dan jadikan obat sebagai makananmu."
Kalimat di atas dipegang teguh oleh Gus Arya. Apabila stress, beban pekerjaan meningkat, nafsu makan bertambah, dan bobot tubuh beliau juga ikut melonjak. Bahkan bisa
naik sekitar 30 kg dari rata rata tubuhnya yang 100 kg. Kalau sudah demikian, biasanya ujung ujungnya beliau akan sering bolos kerja dengan keluhan: "Loro kabeh awakku..."
Mengenai obat sebagai makanan, Gus Arya juga termasuk gandrung dengan suplemen kesehatan dan obat alternatif. Berbagai jenis suplemen dibeli dalam jumlah besar, sebagian besar yang tidak habis akan menjadi barang koleksinya. Walaupun sebagian besar tidak sempat diminum namun telah mampu memberikan efek sehat bagi badannya. Mungkin badannya menjadi sehat karena hatinya telah tentram hanya dengan memilikinya. Penyakit penyakit gawat dan kritis yang konon dapat disembuhkan oleh obat dan suplemen alternatif koleksi beliau umumnya adalah yang sulit disembuhkan di rumah sakit. Kalaupun penyakit gawat itu dapat diobati di rumah sakit ibaratnya hanya menunda kematian beberapa saat belaka.
Khasiat yang tertulis dari koleksi milik Gus Arya, sungguh luar biasa, bahkan sepertinya orang mati juga bisa hidup lagi jika diminumkan obat dan suplemen itu. Anehnya walaupun berbobot diatas 1 kwintal, waktu kecelakaan motor kemarin kebetulan diukur kadar gula darahnya, ternyata normal. Tidak sia sia ternyata kegemarannya terhadap obat obatan alternatif. Mungkin itulah fungsinya semua racun diadu di dalam tubuhnya, dan tidak ada pemenang dalam pertarungan semua racun tersebut. Obat obatan, suplemen, dan zat zat berbahaya dari makanan semuanya binasa dalam darahnya. Memang benar kata kata Eyang Hipocrates.
Kamis, 07 April 2011
Jumat, 01 April 2011
Mendekati Wilayah Kegalauan
Ilmu pengetahuan manusia sangat terbatas dalam mengungkap alam semesta. Dalam rangka memahami fenomena alam manusia memerlukan penyederhanaan, yaitu memisahkan parameter yang penting diantara yang dapat diabaikan. Penyederhanaan ini sangat diperlukan karena kejadian yang sebenarnya terjadi di alam bersifat sangat rumit untuk digambarkan.
Termodinamika, suatu bidang dalam ilmu fisika, pada prinsipnya dapat diterapkan pada bidang ekonomi, sosial dan budaya dengan mencari sifat kesamaan karakter karakternya yang bersifat dinamis. Keputusan suatu kelompok tak dapat diramalkan dengan tepat walaupun pilihan pilihan yang dimiliki tiap tiap individu telah diketahui dan aturan mainnya pun telah disepakati sepenuhnya. Bahkan urutan penyajian pilihan kepada kelompok ternyata mampu mempengaruhi proses pengambilan keputusan, sehingga hasilnya akan menjadi sulit untuk diramalkan. Kajian seperti ini dalam komunitas fisika dikelompokan dalam kajian sistem kompleks.
Hukum alam secara umum dalam bahasa matematika diungkapkan dalam bentuk persamaan diferensial nonlinear. Namun persamaan diferensial nonlinear berpotensi memasuki daerah chaos, yang super sensitif terhadap kondisi awal dan hanya memiliki prediksi yang baik untuk jangka pendek.
Untuk menghindari ketidaknyamanan dalam ranah nonlinear ini, biasanya fenomena alam dibahas dalam model ideal, sangat sederhana. Sebagai alternatif penyelesaian, konsep jaringan automata dianggap sebagai konsep yang ampuh untuk mengungkapkan hukum alam. Jaringan dapat diartikan sebagai kesatuan unit yang bekerja untuk suatu fungsi. Jaringan automata bermakna bahwa tiap automata adalah unit yang berstatus tertentu yang menerima masukan dari unit lain. Berdasarkan informasi itu unit tersebut beradaptasi sekaligus mengirimkan keluaran automata lainnya. Ini menjadi suatu metoda untuk memahami bagaimana fenomena alam mungkin terjadi.
Pada penerapannya jaringan automata dibagi atas 2 jenis:
1. Jaringan automata secara langsung.
Pemodelan untuk sistem yang dapat menata dan mengatur diri sendiri. Pemodelan ini dapat diterapkan pada aliran fluida, gejala longsor atau gempa bumi dan bahkan menyangkut hukum alam yang harus dipecahkan dengan mekanika statistik.
2. Jaringan automata tak langsung.
Model jaringan automata yang dibuat dari hasil reduksi persamaan diferensial yang rumit dan saling berkaitan. Tiap variabel yang diperlukan untuk memerikan sistem diperlakukan sebagai automata. Dinamika sistem dapat digambarkan dalam 'dunia lain' yang dinamakan ruang keadaan atau ruang fasa. Dalam ruang fasa dikenal istilah attractor, yang dapat diklasifikasikan berdasarkan dimensinya. Adanya attractor dan gerak galau (chaotic) serta karakterisasinya pada suatu sistem bisa jadi memiliki padanan dengan sistem lain di dunia nyata.
Edward Lorenz pada tahun 1960an mencoba meneliti fenomena cuaca. Upaya yang dianggap nekad pada masa itu, karena memasuki wilayah chaotic. Dalam mempelajari gerak konveksi atmosfer, Lorenz menggunakan metoda jaringan automata secara tak langsung, yaitu reduksi persoalan fluida antara 2 keping sejajar yang berbeda temperatur.
Kesamaan antara sistem fisis dengan jaringan automata boolean diharap diperoleh konsep proses komputasi yang bermanfaat. Pemahaman karakteristik dan dinamika jaringan syaraf tiruan dapat membantu pemahaman proses komputasi secara umum dan membuka peluang baru dalam bidang komputasi.
Klasifikasi dimensi attractor yang terdapat dalam ruang keadaan:
a) Attractor dimensi nol = sistem menuju stabil dalam ruang keadaannya.
Penerapannya adalah pada jaringan syaraf tiruan untuk pengenalan pola yang dikenal dengan istilah memori asosiatif. Dengan mengatur jumlah titik stabil melalui penetapan bobot antar neuron atau melalui proses belajar yang akan mengatur perubahan bobot antar neuron, dapat juga dimanfaatkan untuk proses interpretasi berbagai bentuk sinyal, optimasi, dan masalah yang sulit dipecahkan jika menggunakan metoda konvensional.
b) Attractor dimensi satu, sistem menuju siklus limit, yaitu berubah secara periodik misalnya mengikuti suatu lingkaran, elips, atau lintasan tertutup dalam ruang keadaan.
Attractor dimensi bilangan bulat seperti ini belum diterapkan dalam jaringan syaraf tiruan, misalnya masukan tertentu atau keadaan awal sistem dapat menentukan serangkaian keadaan yang menggambarkan gerak periodik sistem tersebut. Padahal pemanfaatannya dapat digunakan untuk persoalan yang berkaitan dengan keadaan awal sistem yang diganggu oleh kuantitas fisis yang mengandung ketidakpastian, namun menghasilkan gerak periodik. Contohnya adalah untuk mempelajari kasus gerak dan kondisi bumi ketika mengalami gangguan dengan energi tertentu.
c) Attractor dimensi pecahan (fraktal) = attractor aneh dalam ruang keadaan yang berkaitan dengan gerak galau (chaotic).
Dengan mengambil isomorfisme atau kesamaan bentuknya, cara berpikir juga dapat bersifat nonlinear, tidak datar dan searah. Cara berpikir nonlinear menganut pola saling terkait dan saling berhubungan. Konon Albert Einstein menganut pola seperti ini, berpikir agak berbeda dengan yang lain, berpikir untuk keperluan membuat hubungan, walaupun kadang-kadang tampaknya tidak terlihat ada hubungannya. Kelihatannya rumit dan memusingkan bagi yang tidak terbiasa, seolah-olah terkesan melompat-lompat ke sana ke mari, namun mungkin sangat berguna bagi dunia intelijen.
Termodinamika, suatu bidang dalam ilmu fisika, pada prinsipnya dapat diterapkan pada bidang ekonomi, sosial dan budaya dengan mencari sifat kesamaan karakter karakternya yang bersifat dinamis. Keputusan suatu kelompok tak dapat diramalkan dengan tepat walaupun pilihan pilihan yang dimiliki tiap tiap individu telah diketahui dan aturan mainnya pun telah disepakati sepenuhnya. Bahkan urutan penyajian pilihan kepada kelompok ternyata mampu mempengaruhi proses pengambilan keputusan, sehingga hasilnya akan menjadi sulit untuk diramalkan. Kajian seperti ini dalam komunitas fisika dikelompokan dalam kajian sistem kompleks.
Hukum alam secara umum dalam bahasa matematika diungkapkan dalam bentuk persamaan diferensial nonlinear. Namun persamaan diferensial nonlinear berpotensi memasuki daerah chaos, yang super sensitif terhadap kondisi awal dan hanya memiliki prediksi yang baik untuk jangka pendek.
Untuk menghindari ketidaknyamanan dalam ranah nonlinear ini, biasanya fenomena alam dibahas dalam model ideal, sangat sederhana. Sebagai alternatif penyelesaian, konsep jaringan automata dianggap sebagai konsep yang ampuh untuk mengungkapkan hukum alam. Jaringan dapat diartikan sebagai kesatuan unit yang bekerja untuk suatu fungsi. Jaringan automata bermakna bahwa tiap automata adalah unit yang berstatus tertentu yang menerima masukan dari unit lain. Berdasarkan informasi itu unit tersebut beradaptasi sekaligus mengirimkan keluaran automata lainnya. Ini menjadi suatu metoda untuk memahami bagaimana fenomena alam mungkin terjadi.
Pada penerapannya jaringan automata dibagi atas 2 jenis:
1. Jaringan automata secara langsung.
Pemodelan untuk sistem yang dapat menata dan mengatur diri sendiri. Pemodelan ini dapat diterapkan pada aliran fluida, gejala longsor atau gempa bumi dan bahkan menyangkut hukum alam yang harus dipecahkan dengan mekanika statistik.
2. Jaringan automata tak langsung.
Model jaringan automata yang dibuat dari hasil reduksi persamaan diferensial yang rumit dan saling berkaitan. Tiap variabel yang diperlukan untuk memerikan sistem diperlakukan sebagai automata. Dinamika sistem dapat digambarkan dalam 'dunia lain' yang dinamakan ruang keadaan atau ruang fasa. Dalam ruang fasa dikenal istilah attractor, yang dapat diklasifikasikan berdasarkan dimensinya. Adanya attractor dan gerak galau (chaotic) serta karakterisasinya pada suatu sistem bisa jadi memiliki padanan dengan sistem lain di dunia nyata.
Kesamaan antara sistem fisis dengan jaringan automata boolean diharap diperoleh konsep proses komputasi yang bermanfaat. Pemahaman karakteristik dan dinamika jaringan syaraf tiruan dapat membantu pemahaman proses komputasi secara umum dan membuka peluang baru dalam bidang komputasi.
Klasifikasi dimensi attractor yang terdapat dalam ruang keadaan:
a) Attractor dimensi nol = sistem menuju stabil dalam ruang keadaannya.
Penerapannya adalah pada jaringan syaraf tiruan untuk pengenalan pola yang dikenal dengan istilah memori asosiatif. Dengan mengatur jumlah titik stabil melalui penetapan bobot antar neuron atau melalui proses belajar yang akan mengatur perubahan bobot antar neuron, dapat juga dimanfaatkan untuk proses interpretasi berbagai bentuk sinyal, optimasi, dan masalah yang sulit dipecahkan jika menggunakan metoda konvensional.
b) Attractor dimensi satu, sistem menuju siklus limit, yaitu berubah secara periodik misalnya mengikuti suatu lingkaran, elips, atau lintasan tertutup dalam ruang keadaan.
Attractor dimensi bilangan bulat seperti ini belum diterapkan dalam jaringan syaraf tiruan, misalnya masukan tertentu atau keadaan awal sistem dapat menentukan serangkaian keadaan yang menggambarkan gerak periodik sistem tersebut. Padahal pemanfaatannya dapat digunakan untuk persoalan yang berkaitan dengan keadaan awal sistem yang diganggu oleh kuantitas fisis yang mengandung ketidakpastian, namun menghasilkan gerak periodik. Contohnya adalah untuk mempelajari kasus gerak dan kondisi bumi ketika mengalami gangguan dengan energi tertentu.
c) Attractor dimensi pecahan (fraktal) = attractor aneh dalam ruang keadaan yang berkaitan dengan gerak galau (chaotic).
Dengan mengambil isomorfisme atau kesamaan bentuknya, cara berpikir juga dapat bersifat nonlinear, tidak datar dan searah. Cara berpikir nonlinear menganut pola saling terkait dan saling berhubungan. Konon Albert Einstein menganut pola seperti ini, berpikir agak berbeda dengan yang lain, berpikir untuk keperluan membuat hubungan, walaupun kadang-kadang tampaknya tidak terlihat ada hubungannya. Kelihatannya rumit dan memusingkan bagi yang tidak terbiasa, seolah-olah terkesan melompat-lompat ke sana ke mari, namun mungkin sangat berguna bagi dunia intelijen.
Rabu, 30 Maret 2011
Hukum Alam: Kemalasan, Keseimbangan dan Aksi-Reaksi
Saat sedang nikmatnya tertidur dibangku penumpang, biasanya rem mendadak yang dilakukan pak sopir menyebabkan badan tersentak terdorong kedepan, nyaris menubruk benda yang di depan kita. Malu dan bodoh rasanya. Malu kalau kedapatan tertidur pulas bahkan sampai 'ngences', air liur menetes. Merasa bodoh karena tidak menggunakan sabuk pengaman.

Memang apes kalau tertidur dalam angkutan minibus di Jakarta yang sopirnya sakti luar biasa, meliuk liuk mencari celah di jalanan ibu kota. Seorang teman bahkan pernah sampai tersungkur di lorong kursi bis karena saking fasih dan pakemnya kaki sopir menginjak rem.
Dalam fisika ada yang namanya hukum kelembaman atau di sekolah disebut hukum pertama Newton. Kira kira maksudnya begini:
“Setiap benda akan tetap berada pada keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali jika benda itu dipaksa untuk mengubah keadaan tersebut oleh gaya (Force) yang bekerja pada benda itu”.
Suatu sistem cenderung untuk mempertahankan keadaannya, malas untuk berubah. Hukum ini dapat diartikan sebagai berikut:
"Kebiasaan yang berubah secara mendadak dapat merusak keseimbangan"
Ketika sedang dalam kendaraan yang berjalan, tubuh terbiasa dengan kecepatan kendaraan tersebut. Rem mendadak membuat kendaraan yang sedang bergerak dengan kelajuan tertentu dipaksa untuk berhenti tiba tiba. Rusaknya keseimbangan sangat terasa ketika tubuh seolah olah terlempar ke depan ketika kejadian tersebut.

Besarnya keseimbangan yang telah dirusak, dorongan yang menyebabkan tubuh terpental, dapat ditentukan berdasarkan hukum kedua Newton:
"Bila ada gaya (Force) yang bekerja pada suatu benda, maka benda tersebut akan mengalami suatu percepatan yang arahnya sama dengan arah gaya."
Gaya dorong yang dialami teman yang tersungkur di minibus tadi kira kira sebesar massa tubuhnya dikali percepatan, perubahan kecepatan selama selang waktu kejadian. Kecepatan berubah dari kecepatan semula menjadi berhenti secara tiba tiba. Rem mendadak menyebabkan dalam satu detik minibus berhenti dari kelajuan tertentu.
Setiap ada aksi terhadap suatu sistem selalu ada reaksi yang ditimbulkan oleh sistem tersebut, sama besar tapi berlawanan arah. Demikian arti dari hukum ketiga Newton, dikenal sebagai hukum aksi-reaksi.
Jika rem mendadak dari supir minibus adalah sebagai aksi, maka tubuh yang terpental sampai tersungkur adalah sebagai reaksi. Sedangkan seseorang yang duduk disebelahnya ternyata lebih sial lagi, wajahnya membentur kursi di depannya. Kursi di depan yang mendapat aksi hantaman akan bereaksi menahan benturan dari wajah orang tersebut sehingga bibirnya menjadi pecah. Semakin besar keseimbangan yang dirusak, semakin besar perubahan momentum dan gaya (Force), semakin lebam dan bonyoklah wajah yang terbentur.
Ketiga hukum di atas adalah hukum alam. Hukum mekanika yang disarikan dari fenomena fenomena alam ini sudah teruji dan terbukti keampuhannya sejak 400 tahun yang lalu. Dalam kajian dengan masalah perilaku atau attitude, seseorang yang terlanjur memiliki suatu kebiasaan buruk dalam kehidupan sehari hari, akan lembam dengan kebiasaan tersebut. Tapi kebiasaan itu akan dapat diubah atau berubah dengan adanya suatu gaya perusak. Motivasi, pengajaran, nasihat atau sejenisnya merupakan gaya perusak karena mengganggu keseimbangan orang tersebut dari kebiasaannya.
Menghentikan secara cepat kebiasaan buruk yang telah dimiliki adalah sulit. Sebagaimana kendaraan yang direm mendadak, menghentikan kebiasaan secara cepat membutuhkan pengorbanan yang belum tentu sanggup diterima orang tersebut, tidak jarang malah menimbulkan pelampiasan. Upaya berhenti total dari kecanduan rokok secara cepat akan menimbulkan reaksi uring uringan. Terkadang untuk mengatasinya sebagai pengalihan digunakan permen atau ngemil. Aksi-reaksi lanjutan yang bisa jadi memicu munculnya kebiasaan baru yang belum tentu baik.
Pengorbanan yang dibutuhkan untuk menghentikan suatu kebiasaan buruk secara perlahan tidaklah terlalu besar. Pengubahan dilakukan secara bertahap dan perlahan, memerlukan waktu yang cukup panjang. Kecuali kasus khusus yang meminta pengorbanan lebih, umumnya ritual agama atau ritual kepercayaan biasanya dilakukan lebih dari sekali dalam selang waktu tertentu. Intinya agar penganutnya menjadi lembam, terbiasa. Bahkan bagi kaum muslim diwajibkan 5 kali dalam 24 jam, dibutuhkan 30 hari lamanya, sebagai ritual untuk membersihkan diri mereka.

Memang apes kalau tertidur dalam angkutan minibus di Jakarta yang sopirnya sakti luar biasa, meliuk liuk mencari celah di jalanan ibu kota. Seorang teman bahkan pernah sampai tersungkur di lorong kursi bis karena saking fasih dan pakemnya kaki sopir menginjak rem.
Dalam fisika ada yang namanya hukum kelembaman atau di sekolah disebut hukum pertama Newton. Kira kira maksudnya begini:
“Setiap benda akan tetap berada pada keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali jika benda itu dipaksa untuk mengubah keadaan tersebut oleh gaya (Force) yang bekerja pada benda itu”.
Suatu sistem cenderung untuk mempertahankan keadaannya, malas untuk berubah. Hukum ini dapat diartikan sebagai berikut:
"Kebiasaan yang berubah secara mendadak dapat merusak keseimbangan"
Ketika sedang dalam kendaraan yang berjalan, tubuh terbiasa dengan kecepatan kendaraan tersebut. Rem mendadak membuat kendaraan yang sedang bergerak dengan kelajuan tertentu dipaksa untuk berhenti tiba tiba. Rusaknya keseimbangan sangat terasa ketika tubuh seolah olah terlempar ke depan ketika kejadian tersebut.

Besarnya keseimbangan yang telah dirusak, dorongan yang menyebabkan tubuh terpental, dapat ditentukan berdasarkan hukum kedua Newton:
"Bila ada gaya (Force) yang bekerja pada suatu benda, maka benda tersebut akan mengalami suatu percepatan yang arahnya sama dengan arah gaya."
Gaya dorong yang dialami teman yang tersungkur di minibus tadi kira kira sebesar massa tubuhnya dikali percepatan, perubahan kecepatan selama selang waktu kejadian. Kecepatan berubah dari kecepatan semula menjadi berhenti secara tiba tiba. Rem mendadak menyebabkan dalam satu detik minibus berhenti dari kelajuan tertentu.
Setiap ada aksi terhadap suatu sistem selalu ada reaksi yang ditimbulkan oleh sistem tersebut, sama besar tapi berlawanan arah. Demikian arti dari hukum ketiga Newton, dikenal sebagai hukum aksi-reaksi.
Jika rem mendadak dari supir minibus adalah sebagai aksi, maka tubuh yang terpental sampai tersungkur adalah sebagai reaksi. Sedangkan seseorang yang duduk disebelahnya ternyata lebih sial lagi, wajahnya membentur kursi di depannya. Kursi di depan yang mendapat aksi hantaman akan bereaksi menahan benturan dari wajah orang tersebut sehingga bibirnya menjadi pecah. Semakin besar keseimbangan yang dirusak, semakin besar perubahan momentum dan gaya (Force), semakin lebam dan bonyoklah wajah yang terbentur.
Ketiga hukum di atas adalah hukum alam. Hukum mekanika yang disarikan dari fenomena fenomena alam ini sudah teruji dan terbukti keampuhannya sejak 400 tahun yang lalu. Dalam kajian dengan masalah perilaku atau attitude, seseorang yang terlanjur memiliki suatu kebiasaan buruk dalam kehidupan sehari hari, akan lembam dengan kebiasaan tersebut. Tapi kebiasaan itu akan dapat diubah atau berubah dengan adanya suatu gaya perusak. Motivasi, pengajaran, nasihat atau sejenisnya merupakan gaya perusak karena mengganggu keseimbangan orang tersebut dari kebiasaannya.
Menghentikan secara cepat kebiasaan buruk yang telah dimiliki adalah sulit. Sebagaimana kendaraan yang direm mendadak, menghentikan kebiasaan secara cepat membutuhkan pengorbanan yang belum tentu sanggup diterima orang tersebut, tidak jarang malah menimbulkan pelampiasan. Upaya berhenti total dari kecanduan rokok secara cepat akan menimbulkan reaksi uring uringan. Terkadang untuk mengatasinya sebagai pengalihan digunakan permen atau ngemil. Aksi-reaksi lanjutan yang bisa jadi memicu munculnya kebiasaan baru yang belum tentu baik.
Pengorbanan yang dibutuhkan untuk menghentikan suatu kebiasaan buruk secara perlahan tidaklah terlalu besar. Pengubahan dilakukan secara bertahap dan perlahan, memerlukan waktu yang cukup panjang. Kecuali kasus khusus yang meminta pengorbanan lebih, umumnya ritual agama atau ritual kepercayaan biasanya dilakukan lebih dari sekali dalam selang waktu tertentu. Intinya agar penganutnya menjadi lembam, terbiasa. Bahkan bagi kaum muslim diwajibkan 5 kali dalam 24 jam, dibutuhkan 30 hari lamanya, sebagai ritual untuk membersihkan diri mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)

